Connect with us

UKM & Koperasi

Pemerintah Kembangkan Jasa Konstruksi Kecil-Menengah

Published

on

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarief Burhanuddin.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pemerintah terus berupaya mengembangkan jasa konstruksi kecil dan menengah sehingga dapat berperan lebih besar dalam pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Saat ini pengerjaan berbagai proyek pembangunan infrastruktur dinilai masih didominasi oleh jasa konstruksi besar.

“Padahal, kontraktor besar hanya sekitar satu persen dari sekitar 126.000 badan usaha jasa konstruksi,” kata Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanuddin di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Menurut dia, terkait dengan rantai pasok di dunia industri konstruksi nasional, seharusnya pemetaan terhadap pembangunan infrastruktur lebih banyak di wilayah yang terdapat banyak kontraktor kecil.

Ia mengingatkan bahwa secara komposisi, sekitar 85 persen adalah kontraktor kecil tetapi komponen yang ditawarkan terkait dengan pembangunan infrastruktur dinilai masih sangat kurang untuk mereka.

Selain itu, Syarief juga mengemukakan mengenai badan usaha jasa konstruksi asing, yang dari sekitar 636 jasa konstruksi asing tersebut, diperkirakan yang aktif hanya sekitar 196.

Hal tersebut, lanjutnya, karena mereka tidak pernah mendapatkan pekerjaan selama tiga tahun terakhir yang merupakan persyaratan bila perizinan usaha mereka mau diperpanjang.

Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan sektor konstruksi di Bali tumbuh melambat pada triwulan ketiga 2018, karena telah selesainya beberapa proyek infrastruktur pemerintah-swasta menyambut Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia, Oktober 2018.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Minggu (9/9), mengatakan perlambatan pertumbuhan sektor konstruksi itu turut mempengaruhi kinerja investasi yang diperkirakan tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.

BI Bali dalam kajian ekonomi dan keuangan regional Agustus 2018 menyebutkan kinerja komponen investasi pada triwulan pertama tahun 2018 tumbuh 7,64 persen dan triwulan kedua tumbuh sebesar 6,88 persen. Melambatnya kinerja investasi per triwulan itu terutama didorong oleh melambatnya kinerja investasi bangunan.

Selain karena beberapa proyek infrastruktur pendukung pertemuan IMF dan Bank Dunia mulai rampung, perlambatan sektor konstruksi, lanjut Causa, juga didorong kenaikan suku bunga acuan BI yang berpotensi menaikan suku bunga kredit perbankan, termasuk suku bunga KPR.

Suku bunga acuan BI pada Agustus 2018 naik 0,25 basis poin menjadi 5,5 persen setelah naik 0,5 basis poin pada bulan Juni dari 4,75 persen. (mrr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

UKM & Koperasi

Mulai 2019, Alibaba Bantu Tingkatkan Produktivitas Industri Kecil Menengah Indonesia

Published

on

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Perusahaan multinasional asal China Alibaba bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian akan membina Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia mulai tahun 2019.

“Kemarin Alibaba datang ke kami. Mereka menyatakan mau membantu industri kecil menengah di Indonesia yang sudah ikut program e-Smart untuk meningkatkan kualitasnya,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Menurut Gati, Alibaba akan menyediakan instruktur untuk membina IKM dari berbagai bidang unggulan asal Indonesia agar meningkatkan produktivitas dan kualitas.

Selain itu, Alibaba akan memberi pembinaan soal memanfaatkan teknologi digital untuk menjalankan bisnis hingga meraup keuntungan maksimal.

“Kalau namanya IKM kan digitalnya agak sulit. Nah, mereka mau bina yang soal digitalnya,” tukas Gati.

Ke depan, rencananya produk IKM asal Tanah Air juga akan dijajakan di pasar dagang elektronik milik Alibaba.

“Awalnya pembinaan, nantinya bisa ada di Alibaba. Kalau lihat Alibaba kan b to b (business to business), memang harus besar barangnya, kalau kecil ya tidak bisa,” ungkap Gati.

Alibaba tertarik untuk membina IKM binaan Kemenperin karena dinilai telah terorganisir dengan baik melalui Program e-Smart IKM. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

Digencarkan, Sosialisasi Program Restrukturisasi Mesin IKM

Published

on

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Perindustrian menggencarkan sosialisasi program restrukturisasi mesin Industri Kecil Menengah (IKM) mulai 2019 agar pemanfaatannya lebih meluas.

“Sosialisasinya harus gegap gempita karena dananya besar,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Menurut Gati, sosialisasi yang dilakukan selama ini masih belum tajam dan meluas, sehingga pemanfaatannya belum maksimal.

Selama ini, sosialisasi dilakukan berdasarkan kerja sama dengan dinas perindustrian dan perdagangan.

Namun, Gati menilai masih banyak IKM yang belum mengetahui tentang penggunaan mesin maupun tempat membeli mesin itu sendiri.

“Misalnya IKM kayu di Solo, itu mereka masih banyak yang manual, karena mereka tidak tahu kalau ada mesin yang bisa membantu mereka dalam bekerja, bahkan lebih cepat. Mereka juga tidak tahu beli mesinnya dimana,” tutur Gati.

Oleh karena itu, Kemenperin akan melakukan sosialisasi tentang program restrukturisasi mesin, berikut jenis-jenis mesin yang bisa digunakan oleh IKM.

“Selain itu kami juga akan menginformasikan soal produsen mesin di dalam negeri maupun yang impor. Nah, kemarin di Solo dicari datanya, mereka butuh mesin apa, itu nanti kita data,” kata Gati. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

BUMN dan UMKM Dikerahkan Percepat Rekonstruksi Lombok

Published

on

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pemerintah mengerahkan sejumlah BUMN dan berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan, termasuk rumah masyarakat, pascagempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Kami gerakkan BUMN dan UMKM untuk percepatan. Target produksi panel Risha untuk delapan unit rumah per harinya. Satu rumah itu sekitar 138 panel, sehingga satu hari bisa produksi sekitar 800 panel. Itu baru PT Waskita, belum di PT WIKA. UMKM juga kita gerakan dengan harga jual yang sama dengan BUMN,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam rilis, Senin (22/10/2018).

Basuki Hadimuljono memaparkan, saat ini juga telah terbentuk 563 kelompok masyarakat (pokmas) yang dibentuk di tingkat kecamatan dan tersebar pada tujuh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembentukan Pokmas merupakan bagian dari pelibatan masyarakat untuk menjamin akuntabilitas bahwa penerima bantuan tepat sasaran, yaitu korban bencana yang rumahnya rusak berat.

Masyarakat secara gotong royong atau yang dikenal dengan metode Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas) akan membangun rumah dengan teknologi rumah tahan gempa didampingi tim beranggotakan sembilan orang terdiri dari Tim Balitbang PUPR, TNI/Polri, fasilitator, relawan, dan mahasiswa KKN Tematik.

“Untuk progres pembangunan rumah yang tengah dibangun di NTB, yakni sebanyak 99 RISHA, 14 Rumah Instan Kayu (RIKA), dan 97 Rumah Instan Konvensional (RIKO). Selain itu Kementerian PUPR juga membangun 43 unit percontohan dengan konstruksi RISHA, 20 unit diantaranya sudah selesai dan 23 unit sedang dikerjakan,” urainya.

Ia menyatakan, rumah tahan gempa yang dibangun masyarakat tidak harus menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), namun bisa teknologi lainnya.

“RISHA itu salah satu metode yang sudah teruji tahan gempanya, tetapi kalau masyarakat menghendaki RIKA atau rumah konvensional silakan, tetap akan didampingi oleh tim Kementerian PUPR yang terlatih,” kata Menteri PUPR.

Selain itu, ujar dia, untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari 17 formulir menjadi satu formulir saja.

Sedangkan untuk dukungan percepatan pembangunan Risha, telah dibuka workshop panel RISHA untuk memproduksi panel beton dalam skala besar di lima tempat yang dilakukan BUMN Karya dan UMKM.

Dari lima workshop panel RISHA tersebut, tiga diantaranya merupakan dukungan dari BUMN Karya oleh PT Waskita Karya di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, PT Wijaya Karya di Kecamatan Labu Api Kabupaten Lombok Barat, dan PT Hutama Karya di Kabupaten Lombok Barat.

Dua workshop lainnya merupakan produksi UMKM yakni aplikator Purwoko di Kabupaten Lombok Barat dan aplikator Iskandar di Kabupaten Lombok Timur. (mrr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending