Connect with us

UKM & Koperasi

Perajin Kipas Manfaatkan Pertemuan IMF-WB Kenalkan Budaya Lokal

Published

on

Pengusaha kipas bambu dan kayu Bali memanfaatkan produk kipas lukis.

Zonaekonomi.com, Nusa Dua – Pengusaha kipas bambu dan kayu Bali memanfaatkan produk kipas lukis buatannya untuk memperkenalkan budaya lokal dengan lukisan legenda setempat seperti kisah Rama dan Shinta atau kisah Kala Rahu.

“Untuk cerita Rama dan Shinta saya buat dalam fragmen-fragmen. Misalnya ketika Hanuman menolong Shinta, dibuat di satu kipas. Kipas berikutnya menceritakan kisah selanjutnya. Begitu seterusnya, jadi pembeli terus bertanya, besok apa lagi ceritanya,” kata Mas Utari, pengusaha kipas lukis Bali yang ditemui saat pameran Paviliun Indonesia bersamaan dengan Pertemuan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).

BACA JUGA : Menkeu Optimistis Obligasi Hijau Indonesia Diminati Investor

Sekitar 150 usaha kecil menengah (UKM) dari 64 kota/kabupaten terlibat dalam pameran yang digelar pada 8-14 Oktober tersebut.

Menurut Mas Utari, produk kipas lukisnya banyak diminati pembeli dari negara-negara Arab maupun pembeli korporasi dan perwakilan kedutaan besar negara sahabat.

Kisah Kala Rahu menelan bulan yang merupakan legenda gerhana bulan di Bali, juga diceritakan dengan apik lewat karya kipas lukis tersebut.

“Ini juga bisa menjadi cerita untuk anak-anak kita nanti. Biarpun mereka pergi ke negeri yang jauh, akan tetap ingat dengan budaya asal,” katanya.

Di samping kayu atau bambu biasa, ia juga memproduksi kipas lukis dari kayu gaharu.

Harga yang dipatok untuk kipas lukis bervariasi antara Rp750 ribu hingga Rp2 juta tergantung motif lukisan dan ukuran kipas. Semakin rumit motifnya, harganya semakin mahal.

Sementara untuk motif pemandangan atau bunga, harganya bisa lebih murah karena pembuatannya juga lebih mudah, kata ibu empat anak itu.

Selain kipas lukis, Mas Utari juga memproduksi kipas yang memanfaatkan limbah kain. “Konsep awal kami adalah pemanfaatan limbah. Seperti kita tahu, kebaya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Bali. Jadi potongan kain kebaya yang tidak terpakai saya ambil dan dibuat kipas,” kata dia.

Produk buatannya tersebut sudah menembus pasar mancanegara. “Kami sudah ekspor ke 12 negara, termasuk Inggris, AS, Polandia, Prancis.”

Kemudian pada 2010, ia mulai memanfaatkan limbah kain tenun endek khas Bali, ketika pemerintah setempat tengah menggalakkan pemakaian tenun tersebut untuk menjadi seragam PNS setempat. Kipas buatannya juga memanfaatkan limbah kerang, sisa-sisa kawat dan kaleng bekas.

Pasar kipas buatannya semakin luas setelah ia mengikuti pameran Inacraft di Jakarta dan mendapatkan pelanggan setia.

Ia juga menjadi binaan salah satu bank BUMN sejak 2012 dan mendapatkan bantuan untuk pemasaran lewat pameran-pameran. (sri)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

UKM & Koperasi

Mulai 2019, Alibaba Bantu Tingkatkan Produktivitas Industri Kecil Menengah Indonesia

Published

on

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Perusahaan multinasional asal China Alibaba bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian akan membina Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia mulai tahun 2019.

“Kemarin Alibaba datang ke kami. Mereka menyatakan mau membantu industri kecil menengah di Indonesia yang sudah ikut program e-Smart untuk meningkatkan kualitasnya,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Menurut Gati, Alibaba akan menyediakan instruktur untuk membina IKM dari berbagai bidang unggulan asal Indonesia agar meningkatkan produktivitas dan kualitas.

Selain itu, Alibaba akan memberi pembinaan soal memanfaatkan teknologi digital untuk menjalankan bisnis hingga meraup keuntungan maksimal.

“Kalau namanya IKM kan digitalnya agak sulit. Nah, mereka mau bina yang soal digitalnya,” tukas Gati.

Ke depan, rencananya produk IKM asal Tanah Air juga akan dijajakan di pasar dagang elektronik milik Alibaba.

“Awalnya pembinaan, nantinya bisa ada di Alibaba. Kalau lihat Alibaba kan b to b (business to business), memang harus besar barangnya, kalau kecil ya tidak bisa,” ungkap Gati.

Alibaba tertarik untuk membina IKM binaan Kemenperin karena dinilai telah terorganisir dengan baik melalui Program e-Smart IKM. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

Digencarkan, Sosialisasi Program Restrukturisasi Mesin IKM

Published

on

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Perindustrian menggencarkan sosialisasi program restrukturisasi mesin Industri Kecil Menengah (IKM) mulai 2019 agar pemanfaatannya lebih meluas.

“Sosialisasinya harus gegap gempita karena dananya besar,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Menurut Gati, sosialisasi yang dilakukan selama ini masih belum tajam dan meluas, sehingga pemanfaatannya belum maksimal.

Selama ini, sosialisasi dilakukan berdasarkan kerja sama dengan dinas perindustrian dan perdagangan.

Namun, Gati menilai masih banyak IKM yang belum mengetahui tentang penggunaan mesin maupun tempat membeli mesin itu sendiri.

“Misalnya IKM kayu di Solo, itu mereka masih banyak yang manual, karena mereka tidak tahu kalau ada mesin yang bisa membantu mereka dalam bekerja, bahkan lebih cepat. Mereka juga tidak tahu beli mesinnya dimana,” tutur Gati.

Oleh karena itu, Kemenperin akan melakukan sosialisasi tentang program restrukturisasi mesin, berikut jenis-jenis mesin yang bisa digunakan oleh IKM.

“Selain itu kami juga akan menginformasikan soal produsen mesin di dalam negeri maupun yang impor. Nah, kemarin di Solo dicari datanya, mereka butuh mesin apa, itu nanti kita data,” kata Gati. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

BUMN dan UMKM Dikerahkan Percepat Rekonstruksi Lombok

Published

on

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pemerintah mengerahkan sejumlah BUMN dan berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan, termasuk rumah masyarakat, pascagempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Kami gerakkan BUMN dan UMKM untuk percepatan. Target produksi panel Risha untuk delapan unit rumah per harinya. Satu rumah itu sekitar 138 panel, sehingga satu hari bisa produksi sekitar 800 panel. Itu baru PT Waskita, belum di PT WIKA. UMKM juga kita gerakan dengan harga jual yang sama dengan BUMN,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam rilis, Senin (22/10/2018).

Basuki Hadimuljono memaparkan, saat ini juga telah terbentuk 563 kelompok masyarakat (pokmas) yang dibentuk di tingkat kecamatan dan tersebar pada tujuh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembentukan Pokmas merupakan bagian dari pelibatan masyarakat untuk menjamin akuntabilitas bahwa penerima bantuan tepat sasaran, yaitu korban bencana yang rumahnya rusak berat.

Masyarakat secara gotong royong atau yang dikenal dengan metode Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas) akan membangun rumah dengan teknologi rumah tahan gempa didampingi tim beranggotakan sembilan orang terdiri dari Tim Balitbang PUPR, TNI/Polri, fasilitator, relawan, dan mahasiswa KKN Tematik.

“Untuk progres pembangunan rumah yang tengah dibangun di NTB, yakni sebanyak 99 RISHA, 14 Rumah Instan Kayu (RIKA), dan 97 Rumah Instan Konvensional (RIKO). Selain itu Kementerian PUPR juga membangun 43 unit percontohan dengan konstruksi RISHA, 20 unit diantaranya sudah selesai dan 23 unit sedang dikerjakan,” urainya.

Ia menyatakan, rumah tahan gempa yang dibangun masyarakat tidak harus menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), namun bisa teknologi lainnya.

“RISHA itu salah satu metode yang sudah teruji tahan gempanya, tetapi kalau masyarakat menghendaki RIKA atau rumah konvensional silakan, tetap akan didampingi oleh tim Kementerian PUPR yang terlatih,” kata Menteri PUPR.

Selain itu, ujar dia, untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari 17 formulir menjadi satu formulir saja.

Sedangkan untuk dukungan percepatan pembangunan Risha, telah dibuka workshop panel RISHA untuk memproduksi panel beton dalam skala besar di lima tempat yang dilakukan BUMN Karya dan UMKM.

Dari lima workshop panel RISHA tersebut, tiga diantaranya merupakan dukungan dari BUMN Karya oleh PT Waskita Karya di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, PT Wijaya Karya di Kecamatan Labu Api Kabupaten Lombok Barat, dan PT Hutama Karya di Kabupaten Lombok Barat.

Dua workshop lainnya merupakan produksi UMKM yakni aplikator Purwoko di Kabupaten Lombok Barat dan aplikator Iskandar di Kabupaten Lombok Timur. (mrr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending