Connect with us

Energi

Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Cukupi Kebutuhan Sulteng

Published

on

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina, Mas'ud Khamid.

Zonaekonomi.com, Palu – PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi di kota Palu, Donggala dan Sigi, Kalimantan Tengah, sudah dapat diatasi terlihat dari pasokan BBM dan gas yang sudah mencukupi untuk kebutuhan masyarakat dan instansi pemerintah maupun swasta.

“Layanan Pertamina memasok BBM sudah hampir final (aman). Tidak ada lagi antrian panjang di SPBU, demikian juga dengan stok gas elpiji untuk kebutuhan rumah tangga sudah tersedia lebih dari cukup,” kata Direktur Pemasaran Ritel Pertamina, Mas’ud Khamid, saat meninjau SPBU Pertamina di Jalan Dewi Sartika, Palu, Selasa (9/10//2018).

Menurut Mas’ud, pasokan BBM untuk 36 SPBU di Palu dan sekitarnya dipasok dari Terminal BBM, Donggala oleh dua kapal.Secara keseluruhan kapasitas masing-masing SPBU ditingkatkan hingga dua kali lipat, dimana rata-raya SPBU 12.000-15.000 kilo liter. Namun juga disiagakan mobil SPBU berdispenser berkapasitas 5.000 kilo liter, 16.000 kilo liter hingga 24.000 kilo liter.

Sementara untuk gas elpiji, dipasok dari tiga Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) sejak Minggu (7/10) dan didukung 13 agen yang sudah seluruhnya beroperasi.

Ia menjelaskan, sejak Pemprov mulai mengistruksikan para aparatur sipil negara (ASN) kembali beraktivitas, terjadi kenaikan permintaan elpiji ukuran 3 kilogram dan 5,5 kilogram.

Pertamina kemudian memetakan pangkalan elpiji di 39 kecamatan yaitu di Donggala 16 kecamatan, Sigi 15 kecamatan dan Palu delapan kecamatan apakah sudah aktif atau belum. “Jika pangkalan elpiji belum aktif, kami melakukan operasi pasar,” ujarnya.

Pada Minggu (7/10), operasi pasar elpiji digelar di 15 titik, Senin (8/10) di 27 titik dan hari ini, Selasa (9/10) pada 30-34 titik lokasi.Teknis operasi pasar elpiji, dilakukan dengan cara membawa dua truk berisi 1.100 elpiji tabung 3,5 kilogram, 5,5 kg dan 12 kilogram.

“Dalam operasi pasar kami libatkan para Camat setempat. Termasuk operasi pasar ke daerah kawasan yang rusak berat di Sirenja,” ujarnya.

Mas’ud mengatakan, dengan data-data tersebut maka Pertamina menyampaikan bahwa stok BBM jenis premium mencukupi untuk 14 hari, solar 20 hari, sedangkan stok elpiji 10-12 hari. (roy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Energi

Pertamina Targetkan 5.850 SPBU Digitalisasi

Published

on

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati.

Zonaekonomi.com, Palembang – PT Pertamina (Persero) menargetkan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berjumlah 5.850 outlet sudah menerapkan digitalisasi paling lambat pada Juni 2019.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati di Palembang, Minggu (17/2/2019), mengatakan, digitalisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepastian stok BBM di setiap SPBU dan mendukung program pengurangan transaksi nontunai (cashless).

“Sementara ini baru 350 SPBU yang sudah digitalisasi, nanti di akhir Maret ditargetkankan 3.000 outlet sehingga semua harus selesai di akhir semester ini,” kata Nicke seusai mendampingi Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau penerapan digitalisasi SPBU di kawasan Lapangan Golf Palembang.

Ia mengatakan melalui digitalisasi ini maka semua arus data masuk-keluar BBM di outlet-otlet SPBU seluruh Indonesia akan tercatat secara real time. Proses dilakukan dengan cara memasang perangkat digital pada kran penyaluran BBM ke kendaraan (nozzle) sehingga jumlah BBM yang terjual dapat tercatat secara akurat.

Data ini akan terhubung ke pusat data Pertamina sehingga SPBU yang sudah minim stoknya akan terpantau secara otomatis. Sehingga, bagi Pertamina ini akan menjadi `warning` untuk segera dilakukan pengiriman.

Dengan begitu, pelayanan ke masyarakat akan semakin meningkat karena potensi terjadinya kelangkaan BBM hingga menyebabkan atrean akan berkurang.

“Selain itu masalah keamanan, karena selama ini banyak pembayaran cash di SPBU. Dengan adanya digitalisasi ini maka akan lebih aman,” kata dia.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno dalam kunjungannya itu mengatakan adanya data real time penjualan BBM dan tangki penyimpanan akan memudahkan pemerintah dalam mengambil keputusan berapa banyak harus mengimpor minyak.

“Saat stok di kilang kita menipis, tentunya harus impor. Dengan adanya data ini, kita tidak impornya kelebihan atau kekurangan sehingga masyarakat akan selalu tersedia BBM-nya di mana pun berada,” kata dia. (dol)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

SKK Migas Tawarkan 74 Cekungan Migas kepada Investor

Published

on

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto.

Zonaekonomi.com, Palembang – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menawarkan kepada investor untuk menggarap 74 cekungan minyak dan gas bumi yang belum dimanfaatkan.

“Saat ini ada 74 cekungan yang belum diapa-apakan dari 128 cekungan yang ada di wilayah Indonesia,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam seminar nasional dan dialog Tantangan dan Peluang Baru dalam Pengelolaan SDA di Indonesia Pascarevolusi Industri 4.0, di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (12/2/2019).

Untuk memanfaatkan potensi minyak dan gas bumi (migas) yang hingga kini belum dikelola dengan baik, memerlukan investor yang memiliki kemampuan dana yang cukup besar dan menguasai teknologi terkini.

Dengan memanfaatan cekungan yang belum dikelola, diharapkan bisa diperoleh cadangan migas baru yang dapat menambah produksi nasional, katanya.

Dia menjelaskan, untuk meningkatkan cadangan migas, pihaknya pada tahun ini memfokuskan mengelola 10 cekungan migas.

Jika pemanfaatan cekungan migas tersebut berhasil dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak hingga di atas satu juta barel per hari seperti yang pernah dicapai beberapa tahun lalu.

Dalam kondisi sekarang ini, jumlah produksi minyak yang dihasilkan oleh perusahaan migas nasional dan asing mencapai 770 ribu barel per hari.

Peningkatan produski migas akan terus dilakukan karena pendapatan negara dari sektor tersebut cukup besar mencapai Rp215 triliun, kata Kepaal SKK Migas. (yud)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

SKK Migas Sebut Cadangan Migas Indonesia 800 Juta Barel

Published

on

Deputi Perencanaan SKK Migas, Jaffee Suardin.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat rasio cadangan pengganti migas Indonesia pada 2018 mencapai 800 juta barel oil (mmbo).

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin mengatakan perbandingan antara cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang ditemukan dengan yang diproduksikan (Reserve Replecement Ratio/RRR) di Indonesia selama tahun 2018 mencapai lebih dari 100 persen, atau melebihi yang ditargetkan pemerintah.

“Dalam beberapa tahun terakhir, ‘reserve replacement ratio’ kita masih sekitar 50-60 persen, tetapi untuk pertama kalinya pada 2018, bangsa ini memiliki cadangan sebesar 104 persen. Nilainya sekitar 800 juta barel yang kita temukan tahun lalu,” kata Jaffee pada seremoni alih kelola Blok Jambi Merang di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (9/2/2019).

Jaffee menjelaskan pada tahun 2019, SKK Migas berupaya meningkatkan penemuan cadangan migas yang berdampak pada kenaikan lifting atau produksi untuk ketahanan dan kedalulatan energi nasional.

Menurut dia, saat ini investasi hulu migas sudah dinilai menarik bagi para investor sejak diterapkannya skema “gross split” (bagi hasil) menggantikan skema “cost recovery”. Setidaknya sudah ada 30 wilayah kerja (WK) yang kini menggunakan skema gross split.

Namun demikian, tantangan yang dihadapi untuk hulu migas adalah teknologi baru eksplorasi dan mempercepat proses bisnis agar lapangan migas bisa langsung berproduksi.

“Sebenarnya minyak kita belum habis, yang kehabisan teknologi mana yang bisa mengeluarkan minyak dari dalam tanah. Kuncinya ke depan adalah teknologi dan mempercepat proses bisnis supaya begitu ditemukan, langsung produksi,” kata Jaffee.

SKK Migas menargetkan investasi hulu migas tahun 2019 sebesar 14,79 miliar dolar AS dengan target pengembalian biaya operasi (cost recovery) dipatok sebesar 10,22 miliar dolar AS.

Realisasi investasi di tahun 2018 sebesar 12 miliar dolar AS dari target dalam WP&B yang disepakati sebesar 14,2 miliar dolar AS atau baru mencapai 84 persen. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending