Connect with us

Finansial

Pertemuan IMF-WB Fokus pada Dua Isu Jangka Panjang

Published

on

Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim.

Zonaekonomi.com, Nusa Dua – Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) akan fokus membahas dua isu jangka panjang yang memengaruhi ekonomi global, ujar Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.

Isu-isu yang sifatnya jangka panjang disebut Kim penting untuk diperhatikan selain isu jangka pendek seperti dampak kenaikan suku bunga, penurunan harga komoditas, dan pergeseran imbal hasil obligasi.

BACA JUGA : Efisiensi Investasi Publik Tingkatkan 6,5 Persen Nilai Aset Indonesia

“Dalam pertemuan satu minggu ini, kami fokus pada dua masalah yang penting bagi setiap negara yaitu perubahan iklim dan sumber daya manusia,” kata Kim dalam konferensi pers di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-WB di Nusa Dua, Kamis (11/10/2018).

Perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi perkembangan global dan upaya untuk mengakhiri kemiskinan.

“Pemanasan planet sudah berdampak pada masyarakat paling miskin dan rentan,” ujar Kim.

Laporan baru Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) menunjukkan bahwa pada tingkat emisi gas rumah kaca saat ini, tingkat pemanasan akan mencapai 1,5 derajat Celsius dalam beberapa dekade mendatang.

Ancaman ini akan memengaruhi setiap mahluk hidup di bumi, terutama mereka yang hidup di daerah yang sangat sensitif.

Negara-negara kecil kepulauan, wilayah Laut Tengah, dan Sub-Sahara Afrika diperkirakan akan menjadi yang paling menderita akibat dampak perubahan iklim.

Isu kedua yang harus diperhatikan oleh negara-negara adalah SDM, menurut Kim, mencakup aspek pendidikan, keterampilan, dan kesehatannya.

Ia menjelaskan bahwa politisi di negara kaya dan miskin sama-sama harus berjuang keras untuk mendanai fasilitas kesehatan yang lebih baik, mengalokasikan lebih banyak dana pendidikan, dan berinvestasi pada sumber daya manusia (SDM).

“Kami membutuhkan argumen yang lebih kuat. Itulah mengapa kami meluncurkan Indeks Sumber Daya Manusia sebagai instrumen untuk membantu negara-negara berinvestasi terhadap rakyatnya,” kata Kim.

Kebijakan untuk membangun SDM adalah investasi paling cerdas yang dapat dilakukan negara-negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang inklusif.

Saat ini, seperempat jumlah anak-anak muda dunia tidak mungkin mencapai potensi penuh mereka karena kekurangan gizi kronis dan penyakit yang mengakibatkan kekerdilan, yang secara permanen mempengaruhi perkembangan kognitif anak, kinerja sekolah, dan pendapatan masa depan.

Jika anak-anak suatu negara tumbuh tidak dapat memenuhi kebutuhan tempat kerja di masa depan, negara itu akan sulit meningkatkan daya saing ekonomi.

“Jika kita menilai isu ini sebagai sebuah urgensi, kita dapat menciptakan dunia dimana semua anak-anak bisa bersekolah dan mendapat gizi yang baik. Akhirnya mereka akan tumbuh menjadi generasi terampil dan produktif untuk mencapai cita-cita dan karir,” tutur Kim. (ydp)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Finansial

Pertamina Gandeng Tiga Bank Syariah untuk Pembayaran Gaji

Published

on

Penandatanganan kerja sama pengelolaan gaji karyawan Pertamina, Jakarta rabu 16/1/2019).

Zonaekonomi.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah BUMN yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan Bank BRIsyariah.sebagai mitra pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran personal karyawan.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Pahala N Mansury, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Toni EB Subari, Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, dan Direktur Komersial BRIsyariah Kokok Alun Akbar, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

“Ini merupakan langkah kami untuk mendukung industri perbankan syariah sekaligus sinergi antar BUMN dan anak usahanya. Karena kami melihat industri ini akan berkembang ke depannya,” Direktur Keuangan Pertamina Pahala N Mansury.

Ia juga menuturkan, bahwa sebelumnya sudah ada sebagian karyawan Pertamina dan grupnya yang melakukan transaksi payroll melalui Bank Syariah. Hal ini menunjukkan minat pekerja Pertamina terkait layanan perbankan syariah cukup tinggi.

“Namun dengan kerja sama ini, maka transaksi akan menjadi lebih mudah dan efisien karena sudah terkoneksi dengan sistem di Pertamina,” tambahnya.

Ketiga bank tersebut pun mengaku siap memberikan layanan prima yang tak terbatas pada layanan Payroll saja, namun juga layanan perbankan lainnya.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni Eko Boy Subari mengatakan kerja sama merupakan kesempatan baik bagi bank syariah anak dari bank BUMN.

“Layanan yang kami berikan mencakup pendanaan baik itu retail, tabungan, dan pembayaran gaji serta pembiayaan kepada karyawan. Alhamdulillah sudah terealisasi semoga prospek ke depan tumbuh luar biasa. Dia berharap produk-produk syariah menjadi pilihan bagi karyawan yang menghendaki layanan keuangan berprinsip syariah. Selain produk retail Mandiri Syariah juga telah bekerjasama dari sisi wholesalebanking,” katanya.

Selanjutnya, Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan sinergi ini sangat membantu perkembangan bank syariah di Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk memberikan solusi bagi seluruh kebutuhan terhadap perbankan yang hasanah, baik transaksi perorangan pegawai maupun transaksi bisnis. Dengan dukungan teknologi pengelolaan keuangan dari BNI, semakin memperkokoh posisi BNI Syariah sebagai bank syariah yang memberikan layanan terbaik sesuai prinsip syariah,” tambahnya.

Sementara Direktur Bisnis Komersial BRIsyariah Kokok Alun Akbar menyatakan BRIsyariah siap memberikan pelayanan terbaik mulai dari layanan funding dan pembiayaan-pembiayaan, investasi, KPR, pembelian kendaraan, dan lain sebagainya sehingga diharapkan para karyawan Pertamina dapat menikmati kemudahan transaksi perbankan yang terintegrasi. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Meningkat

Published

on

BI Provinsi Gorontalo optimistis pertumbuhan ekonomi Gorontalo akan meningkat pada tahun 2019.

Zonaekonomi.com, Gorontalo – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo optimistis pertumbuhan ekonomi Gorontalo akan meningkat pada tahun 2019.

Kepala KPw BI Provinsi Gorontalo, Ricky Gozali di Gorontalo, Senin (7/1/2019), mengatakan kondisi perekonomian Gorontalo untuk keseluruhan tahun 2018 diperkirakan tetap kuat dengan tingkat pertumbuhan pada kisaran 6,3 persen hingga 6,8 persen (yoy).

“Angka itu lebih tinggi dibandingkan perkiraan pertumbuhan nasional yang berada pada tingkat 5,1 persen, dengan tingkat inflasi yang terjaga di bawah sasaran inflasi nasional yaitu 2,15 persen (yoy),” ujarnya pada evaluasi kinerja ekonomi tahun 2018 serta prospek ekonomi.

Ia menjelaskan kinerja positif ekonomi Gorontalo didukung oleh kondisi kesejahteraan masyarakat yang mulai mengalami perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Gorontalo tercatat 4 persen sementara tingkat kemiskinan berada pada level 16,81 persen. Capaian ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kinerja fiskal Pemerintah Daerah Gorontalo juga mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya sehingga mendukung pengembangan ekonomi Gorontalo di tahun 2018,” ucap Ricky.

Di sisi stabilitas sistem keuangan, kinerja positif tercermin dari tren penyaluran kredit yang terus mengalami peningkatan disertai dengan tingkat risiko kredit yang menurun di tahun 2018.

Sejalan dengan itu, transaksi sistem pembayaran Gorontalo baik tunai maupun nontunai juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada evaluasi kinerja ekonomi tahun 2018 serta prospek ekonomi baik di tingkat nasional dan regional, serta arah kebijakan Bank Indonesia tahun 2019 tersebut mengangkat tema “Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo”. (adi)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

Menkeu Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 2018 Sebesar 5,15 Persen

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2018 bisa mencapai kisaran 5,15 persen atau dibawah asumsi dalam APBN sebesar 5,4 persen.

“Momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga meski ada gejolak. Kita perkirakan 5,15 persen, ada revisi dari sebelumnya 5,17 persen,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Sri Mulyani mengatakan perkiraan tersebut merupakan pencapaian yang bagus dalam kondisi lingkungan global masih diliputi ketidakpastian.

Ia menambahkan motor penggerak dari pertumbuhan ekonomi adalah permintaan domestik terutama dari konsumsi rumah tangga, investasi maupun konsumsi pemerintah.

Sedangkan, peningkatan kinerja ekspor dan impor masih terbatas sejalan dengan tren melemahnya perdagangan dunia sebagai dampak meningkatnya tekanan perang dagang.

“Kita melihat respon dari kebijakan di 2018 akan terasa di kuartal terakhir, namun ketidakpastian global mempengaruhi permintaan sehingga ada revisi kebawah,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi ini memberikan dampak langsung kepada penciptaan lapangan kerja, pengurangan tingkat pengangguran dan penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan.

Hal ini terlihat dari tingkat pengangguran per Agustus 2018 tercatat 5,34 persen, tingkat kemiskinan per Maret 2018 mencapai 9,82 persen dan koefisien gini sebesar 0,389.

“Dengan perkembangan ekonomi yang terjaga sehat, maka kesejahteraan masyarakat secara umum terus membaik,” kata Sri Mulyani.
Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani juga memaparkan realisasi sementara asumsi makro lainnya di 2018 yaitu laju inflasi 3,13 persen, tingkat suku bunga SPN 3 bulan 4,95 persen dan nilai tukar Rp14.247 per dolar AS.

“Sampai akhir tahun, stabilitas nilai tukar dapat dijaga pada kisaran Rp14.247 per dolar AS atau terdepresiasi sekitar 6,9 persen dari posisi di akhir 2017,” katanya.

Kemudian, harga minyak mentah Indonesia 67,5 dolar AS per barel, lifting minyak 776 ribu barel per hari dan lifting gas 1.136 ribu barel setara minyak per hari.

Pergerakan harga minyak yang jauh melampaui asumsi dalam APBN sebesar 48 dolar AS per barel telah memberikan sumbangan kepada kenaikan penerimaan negara. (sat)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending