Last Updated on Juni 10, 2026 by Zona Ekonomi
Perbedaan Jurnal Sinta 2 dan Sinta 4: Menakar Kasta Akademik di Tengah Obsesi Publikasi
Dunia akademik kita hari ini sedang demam. Bukan demam karena virus biologis, melainkan virus administratif bernama “publikasi”. Di tengah hiruk-pikuk mengejar angka kredit dan syarat kelulusan, memahami perbedaan jurnal sinta 2 dan sinta 4 menjadi krusial, bukan hanya untuk memenuhi kewajiban, tetapi untuk memahami di mana posisi intelektualitas kita dalam radar Kemenristekdikti/BRIN. SINTA (Science and Technology Index) bukan sekadar database; ia adalah cermin dari stratifikasi sosial kaum terdidik di Indonesia.
Bagi seorang dosen, naik pangkat tanpa publikasi di jurnal bereputasi hanyalah mimpi di siang bolong. Bagi mahasiswa, tanpa jurnal, toga wisuda terasa seperti pinjaman yang harus segera dikembalikan. Namun, apakah kita benar-benar paham mengapa satu jurnal berada di kasta kedua sementara yang lain terdampar di kasta keempat? Mari kita bedah secara investigatif, tanpa basa-basi birokrasi yang membosankan.
Baca selengkapnya Panduan Publikasi Jurnal untuk Mahasiswa dan Peneliti
Anatomi SINTA: Memahami Sistem Kasta Digital
SINTA membagi jurnal di Indonesia ke dalam enam tingkatan, dari SINTA 1 hingga SINTA 6. Secara psikologis, angka ini menciptakan persepsi nilai. Semakin kecil angkanya, semakin tinggi prestisenya. Perbedaan jurnal sinta 2 dan sinta 4 bukan sekadar selisih dua angka, melainkan selisih keringat, air mata, dan ketajaman metodologi.
- SINTA 2: Jurnal yang hampir menyentuh level internasional. Mereka biasanya sudah terindeks di database menengah seperti DOAJ dengan skor Garuda yang tinggi.
- SINTA 4: Jurnal yang sudah terakreditasi namun masih dalam tahap pengembangan kualitas substansi dan manajemen.
SINTA 2: Eksklusivitas dan Standar yang Menguras Keringat
Menembus SINTA 2 adalah validasi intelektual yang serius. Secara teknis, jurnal di level ini memiliki nilai akreditasi antara 70 hingga 85 dalam sistem ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). Namun, apa artinya ini bagi Anda sebagai penulis di bidang ekonomi atau sosial?
Pertama, proses peer-review di SINTA 2 jauh lebih kejam. Reviewer tidak hanya memeriksa salah ketik, tetapi membedah kebaruan (novelty) penelitian Anda. Jika data ekonomi yang Anda sajikan hanya sekadar pengulangan dari penelitian sepuluh tahun lalu tanpa sudut pandang baru, bersiaplah menerima email penolakan dalam waktu kurang dari 24 jam. Ini adalah bentuk seleksi alam akademik.
Kedua, sitasi. Jurnal Sinta 2 sangat peduli dengan skor H-index dan i10-index mereka. Mereka hanya ingin menerbitkan tulisan yang berpotensi dikutip oleh peneliti lain. Secara psikologis, ini menciptakan beban bagi dosen: apakah tulisan saya cukup “seksi” untuk dikutip, atau hanya akan menjadi sampah digital di server kementerian?
SINTA 4: Pintu Gerbang dan Ruang Belajar Peneliti Pemula
Jangan memandang sebelah mata pada SINTA 4. Jika SINTA 2 adalah restoran bintang lima, maka SINTA 4 adalah dapur yang jujur. Dengan nilai akreditasi antara 40 hingga 50, jurnal-jurnal ini memberikan ruang bagi mahasiswa dan peneliti pemula untuk belajar memformulasikan ide.
Perbedaan jurnal sinta 2 dan sinta 4 yang paling mencolok di sini adalah fleksibilitas. SINTA 4 biasanya lebih menerima penelitian dengan cakupan lokal atau replikasi teori yang sudah ada dengan objek yang berbeda. Ini adalah tempat terbaik untuk menguji nyali sebelum terjun ke rimba publikasi internasional. Namun, waspadalah: kemudahan ini seringkali disalahartikan sebagai tempat “membuang” tulisan asal jadi. Padahal, etika akademik tetap berlaku mutlak.
Parameter Penilaian: Apa yang Dilihat oleh Asesor?
Secara faktual, perbedaan kedua level ini terletak pada manajemen jurnal dan kualitas substansi. Berikut adalah poin-poin krusial yang memisahkan keduanya:
- Kualitas Penyuntingan: SINTA 2 memiliki tata letak yang konsisten, bahasa Inggris (atau Indonesia) yang formal dan minim kesalahan, serta manajemen referensi (seperti Mendeley atau Zotero) yang disiplin.
- Keberagaman Penulis: Jurnal SINTA 2 biasanya tidak mau hanya berisi tulisan dari dosen di internal kampus mereka sendiri (inbreeding). Mereka mengejar diversitas penulis dari berbagai institusi, bahkan luar negeri.
- Ketajaman Analisis: Di SINTA 4, Anda mungkin bisa lolos dengan deskripsi data sederhana. Di SINTA 2, Anda dituntut untuk melakukan sintesis dan diskusi mendalam mengapa hasil penelitian Anda berbeda dengan teori yang ada.
Mengapa Dosen Terobsesi dengan SINTA 2? (Analisis Perilaku)
Secara psikologi konsumen dalam dunia pendidikan, “brand” jurnal menentukan harga diri profesional. Untuk kenaikan jabatan fungsional dari Lektor ke Lektor Kepala, publikasi di jurnal minimal SINTA 2 seringkali menjadi syarat yang tidak bisa ditawar. Ada tekanan sosial di ruang dosen: menerbitkan di SINTA 2 dianggap sebagai pencapaian, sementara SINTA 4 dianggap sebagai “main aman”.
Ironisnya, obsesi ini terkadang melahirkan praktik gelap seperti perjokian karya ilmiah atau jurnal predator yang mengaku-ngaku terakreditasi tinggi. Di Zona Ekonomi, kami melihat fenomena ini sebagai kritik sosial terhadap sistem pendidikan kita yang lebih memuja administratif daripada substansi pemikiran. Kita terjebak dalam angka-angka sementara masalah ekonomi riil di masyarakat seringkali luput dari pembahasan jurnal-jurnal elit tersebut.
Strategi Memilih: Mana yang Tepat untuk Anda?
Memilih antara SINTA 2 dan SINTA 4 harus didasarkan pada tujuan dan kualitas naskah Anda. Jangan memaksakan naskah yang masih mentah ke SINTA 2 hanya karena gengsi. Itu hanya akan membuang waktu Anda dalam proses review yang panjang dan berakhir dengan penolakan.
Jika Anda seorang mahasiswa yang mengejar syarat kelulusan tepat waktu, SINTA 4 atau SINTA 3 adalah pilihan yang rasional. Namun, jika Anda seorang akademisi yang ingin membangun rekam jejak (track record) yang solid untuk mendapatkan hibah penelitian besar, maka SINTA 2 adalah harga mati. Ingat, kualitas publikasi Anda adalah portofolio abadi yang akan terus dicari orang di mesin pencari.
Kesimpulan: Melampaui Sekadar Angka
Pada akhirnya, perbedaan jurnal sinta 2 dan sinta 4 adalah tentang standar kualitas yang kita tetapkan untuk diri sendiri. SINTA hanyalah alat ukur yang diciptakan manusia, namun integritas dalam menulis adalah nilai yang tak ternilai harganya. Jangan biarkan kejaran angka mematikan nalar kritis Anda sebagai kaum intelektual.
Teruslah menulis dengan tajam, satir jika perlu, namun tetap berbasis data yang valid. Untuk mendapatkan insight lebih dalam mengenai dinamika ekonomi dan kritik sosial yang relevan dengan dunia akademik, pastikan Anda terus memantau pembaruan di Zona Ekonomi, tempat di mana logika dan realita bertemu tanpa filter birokrasi.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah biaya publikasi (APC) di SINTA 2 lebih mahal daripada SINTA 4?
Tidak selalu. Biaya publikasi atau Article Processing Charge (APC) ditentukan oleh kebijakan masing-masing pengelola jurnal, bukan oleh peringkat SINTA-nya. Banyak jurnal SINTA 2 yang dikelola universitas negeri justru gratis, sementara beberapa jurnal SINTA 4 yang dikelola swasta mungkin berbayar untuk menutupi biaya operasional.
2. Berapa lama proses review di jurnal SINTA 2?
Umumnya berkisar antara 3 hingga 6 bulan, bahkan bisa lebih lama tergantung pada ketersediaan reviewer dan revisi yang diminta. Jurnal SINTA 2 sangat selektif, sehingga prosesnya jauh lebih ketat dibandingkan SINTA 4 yang mungkin hanya memakan waktu 1 hingga 3 bulan.
3. Bisakah jurnal SINTA 4 naik kelas menjadi SINTA 2?
Sangat bisa. Jurnal melakukan reakreditasi setiap beberapa tahun sekali. Jika pengelola jurnal berhasil meningkatkan kualitas manajemen, meningkatkan jumlah sitasi, dan memperketat seleksi naskah, mereka bisa mengajukan kenaikan peringkat melalui sistem ARJUNA.

